Anime For Minna
Youkoso Minna-sama! (`ー゜)/
Please Login or Register
-------------------------------
Kamu bisa Join di Chatbox dan Menjelajahi Forum ini lebih lanjut setelah Register ^^
Enjoy at AFM =)
__________________
if you're a guest, please register first.
to be able, to see this forum more ^_^
Thanks



 
HomePortalFAQRegisterLog in
Thanks For Coming, We Hope You Can Enjoy At AFM
---If You're a GUEST, Please REGISTER First,After That You Can Access The Forum---
|Welcome To Our Newest Member mmoogg|
First Please Introduce Yourself

Share | 
 

 Tradisi Cha no Yu, Upacara Minum Teh Khas Jepang

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
AFM
Webmaster
Webmaster
avatar

Jumlah posting : 197
Thanks : 3

PostSubject: Tradisi Cha no Yu, Upacara Minum Teh Khas Jepang   Sun Aug 01, 2010 9:23 pm

Jepang banyak memiliki tradisi unik diantaranya adalah upacara minum teh khas Jepang yang disebut Cha no Yu. Dalam upacara Cha no Yu, teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara ini, dalam ruangan yang disebut chashitsu. Jika upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Cha No Yu yang bisa berlangsung berjam-jam itu memerlukan pendalaman bertahun-tahun serta penyempurnaan selama seumur hidup.

Spoiler:
 

Teh Jepang disajikan dalam cawan atau mangkuk yang berukuran agak besar. Jika dicicipi, rasa teh hijau kental ini boleh dibilang pahit. Namun para penikmat teh Jepang ini mengaku merasakan manfaat yang lebih hebat. Bukan dari khasiat teh itu sendiri, tapi lebih kepada filosofi yang terkandung dalam upacaranya karena dinilai mengajarkan kehidupan di dunia, bagaimana menghormati sesama dan pentingnya keseimbangan hidup. Sehingga tak hanya dituang air panas dan diminum, namun upacara minum teh di Jepang mencerminkan tujuan hidup, cara berpikir, serta beragam pengetahuan dan seni.

Spoiler:
 

Tradisi minum teh yang masih dilakukan oleh masyarakat Jepang hingga saat ini juga disebut Sadou atau Chadou. Ruang teh yang dipergunakan diyakini mampu melahirkan citarasa WABI, yaitu suatu cita rasa tenang, jauh dari keriuhan dan kesibukan, serta cita rasa SABI yang menggambarkan kedewasaan dan kepekatan rasa. Sementara itu konsep ICHIGO ICHIE menggambarkan konsep bahwa dalam hidup ini hanya akan ada satu kali pertemuan yang sama.

Salah satu seni tradisional yang dirancang oleh Murata Shuko yang selalu mendampingi Shogun Ashikaga Yoshimasa ini mencoba untuk menemukan kebebasan yang sesungguhnya dalam keserasian kehidupan, hening, sunyi, lepas dari kegaduhan duniawi atau dalam kehidupan manusia yang apa adanya, alamiah, serasi dengan alam dan bukan kehidupan mewah ciptaan manusia. Sementara itu yang berjasa memperkenalkan Cha no Yu kedalam dunia seni adalah Sen no Rikyu, seorang warga Osaka, Jepang sekitar abad ke 16 dan dilakukan dalam pertemuan-pertemuan meliter atau saudagar kaya.

Chashitsu (ruangan khusus untuk upacara minum teh)
Spoiler:
 

Teh yang digunakan dalam Cha no Yu berbeda dengan teh yang biasa diminum sehari-hari, yaitu berbentuk bubuk ‘matcha’. Dalam penyajian, tuan rumah (otomae) harus mempersiapkan mulai dari mengelap cawan hingga menyeduh teh sendiri. Tuan rumah dan tamu duduk berhadapan yang menunjukkan sopan santun orang Jepang terhadap tamu. Tamu yang duduk bersimpuh secara berderet dari kanan ke kiri. Paling kanan adalah tamu yang paling dihormati. Otomae kemudian memulai upacara dengan mengelap cawan yang akan digunakan, selanjutnya teh dituangkan ke dalam cawan, diberi air panas dan diaduk dengan menggunakan alat pengaduk yang terbuat dari bambu hingga berbusa dan kemudian bisa dinikmati. Menurut beberapa sumber, teh masuk ke Jepang sekitar abad 13.

Berikut tata cara Cha no Yu:

1. Cha no Yu dilakukan di dalam ruangan yang biasa disebut Chasitsu. Lalu tuan rumah dan asistennya akan memandu tamu untuk membersihkan tangan dan mulut sebelum duduk di atas tatami (tikar bambu khas Jepang)
2. Kemudian tuan rumah menyiapkan air dalam kendi yang disebut mizusashi, sedangkan bubuk teh hijau (matcha) disimpan dalam wadah kecil atau disebut netsuke.
3. Tuan rumah lalu masuk membawa mangkuk dan pengocok teh (chasen), kain katun putih (chakin), serta sendok teh (chashaku) yang terbuat dari bambu pipih berujung melengkung.
4. Sementara itu, sendok teh dibersihkan dengan kain sutra (fukusa). Dan mangkuk teh dibersihkan dengan chakin.
5. Bubuk teh hijau diseduh dan disajikan untuk setiap tamu. Sebelum meminumnya, mangkuk harus diputar sampai gambar pada mangkuk menghadap tamu. Sebelum habis, teh harus diseruput hingga berbunyi untuk menunjukkan rasa hormat kepada tuan rumah.
6. Dengan kedua jari, mulut mangkuk dibersihkan sebanyak dua kali. Dilanjutkan dengan memutar kembali mangkuk dua kali sampai gambar menghadap ke depan.
7. Semua urutan pembuatan teh dilakukan dengan gemulai dan teratur. Tuan rumah juga bertanggung jawab memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga hiasan (chabana), dan mangkuk keramik untuk memanjakan tamu.

sumber : http://www.adipedia.com/tradisi-cha-no-yu-upacara-minum-teh-khas-jepang/
Back to top Go down
Amakaze
Senpai
Senpai
avatar

Jumlah posting : 424
Thanks : 10
Lokasi : masih ada di dunia

PostSubject: Re: Tradisi Cha no Yu, Upacara Minum Teh Khas Jepang   Mon Aug 02, 2010 9:11 am

minum teh aja ribet amat


swt

Back to top Go down
 
Tradisi Cha no Yu, Upacara Minum Teh Khas Jepang
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» ada yg pernah pasang tempat minum di setang ninin kyk sepeda itu loh...UPDATE page 3[..
» 7 Larangan Setelah Makan
» MITOS DI MASYARAKAT
» Pake PREMIUM nggak masalah kok!
» Ninja 250 R pake premium ?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Anime For Minna :: Otaku :: All About Japanese-
Jump to: